Dokter Jantung Kuningan — Mendengar kata kemoterapi sering kali membuat pasien fokus pada satu hal: bagaimana menyelesaikan rangkaian kemoterapi secepat, seefektif mungkin dan bagaimana agar kanker saya bisa sembuh total. Namun, ada aspek lain yang tidak kalah penting, yaitu menjaga kondisi jantung selama proses kemoterapi berlangsung.
Beberapa jenis obat kemoterapi dan terapi target kanker dapat memberikan efeksamping pada jantung. Efek ini bisa muncul selama pengobatan, beberapa bulan setelah terapi selesai, bahkan bertahun-tahun kemudian. Karena itulah dokter sering menganjurkan USG jantung (ekokardiografi atau echocardiography/echo) sebelum, selama, dan setelah kemoterapi pada pasien tertentu.
Bagi sebagian pasien, anjuran menjalani USG jantung mungkin terasa membingungkan. “Bukankah saya sedang berobat kanker, mengapa harus memeriksa jantung?” Dokter Jantung Kuningan melalui artikel ini akan menjelaskan secara sederhana mengapa pemeriksaan tersebut penting, siapa yang memerlukannya, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Apa Itu USG Jantung (Ekokardiografi)?
USG jantung atau ekokardiografi (echocardiography) adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk menghasilkan gambar jantung secara real-time.
Pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi, tidak nyeri, dan umumnya hanya memerlukan waktu sekitar 15–30 menit. Melalui USG jantung, dokter dapat menilai:
- Ukuran ruang-ruang jantung.
- Kekuatan pompa jantung (fraksi ejeksi atau ejection fraction/LVEF).
- Fungsi katup jantung.
- Gerakan dinding jantung.
- Adanya cairan di sekitar jantung.
Karena aman dan dapat diulang berkali-kali, USG jantung menjadi alat utama untuk memantau kondisi jantung pasien kanker yang menjalani terapi berisiko menimbulkan gangguan jantung.
Mengapa Kemoterapi Bisa Mempengaruhi Jantung?
Tidak semua obat kemoterapi berdampak pada jantung. Namun beberapa kelompok obat diketahui memiliki potensi menyebabkan cardiotoxicity atau toksisitas jantung. Contohnya:
- Anthracycline (misalnya doxorubicin, epirubicin).
- HER2-targeted therapy (misalnya trastuzumab).
- Beberapa terapi target dan imunoterapi tertentu.
- Terapi kombinasi yang meningkatkan risiko gangguan fungsi jantung.
Efek yang dapat terjadi antara lain penurunan kekuatan pompa jantung, gagal jantung, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, hingga peradangan otot jantung.
Keluhan yang biasa dilaporkan pasien pada kondisi tersebut di atas antara lain: sesak napas, mudah lelah, bengkak kedua kaki, perut membesar, tidak nyaman tidur telentang (sesak bila telentang).
Kabar baiknya, banyak perubahan pada jantung dapat dideteksi lebih awal sebelum pasien merasakan gejala apa pun. Inilah alasan utama mengapa pemantauan menggunakan USG jantung sangat penting.
Masalahnya: Kerusakan Jantung Sering Tidak Bergejala
Banyak pasien mengira jantung mereka baik-baik saja karena tidak mengalami nyeri dada atau sesak napas. Padahal pada tahap awal, gangguan fungsi jantung akibat kemoterapi sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Pasien mungkin masih dapat beraktivitas seperti biasa, tetapi pemeriksaan USG jantung sudah menunjukkan adanya penurunan fungsi pompa jantung. Jika perubahan ini terdeteksi lebih awal, dokter dapat:
- Menyesuaikan regimen terapi.
- Mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.
- Memberikan obat pelindung jantung.
- Merujuk ke dokter jantung bila diperlukan.
- Memungkinkan terapi kanker tetap berjalan dengan aman.
Karena itulah tujuan utama USG jantung bukan hanya mencari masalah, tetapi mencegah masalah menjadi lebih besar.
Siapa yang Paling Membutuhkan USG Jantung Sebelum Kemoterapi?
Risiko tidak sama pada setiap pasien. Dokter biasanya lebih memperhatikan pasien yang memiliki faktor risiko kardiovaskular atau kondisi medis tertentu seperti:
- Riwayat penyakit jantung atau serangan jantung.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Diabetes dan kolesterol tinggi.
- Usia lanjut atau memiliki riwayat merokok.
- Pernah menjalani radioterapi di area dada.
- Akan menerima obat kemoterapi yang diketahui berpotensi merusak jantung.
Pada kelompok ini, pemeriksaan jantung sebelum terapi menjadi sangat penting untuk mengetahui kondisi awal (baseline).
Kapan USG Jantung Dilakukan pada Pasien Kemoterapi?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan pasien. Jawabannya tergantung jenis kanker, obat yang digunakan, faktor risiko pasien, dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Namun secara umum terdapat empat waktu penting:
1. Sebelum Memulai Kemoterapi (Baseline)
Ini adalah pemeriksaan yang paling penting. USG jantung dilakukan sebelum terapi dimulai untuk mengetahui kondisi awal jantung pasien. Bayangkan seperti memotret kondisi jantung sebelum perjalanan panjang dimulai. Jika suatu saat ditemukan perubahan selama terapi, dokter dapat membandingkannya dengan hasil awal tersebut.
2. Selama Menjalani Kemoterapi
Frekuensi pemeriksaan selama terapi bergantung pada tingkat risiko. Pada pasien yang mendapat obat dengan risiko kardiotoksisitas lebih tinggi, pemantauan dapat dilakukan secara berkala untuk mendeteksi penurunan fungsi jantung sedini mungkin sebelum muncul gagal jantung yang nyata.
3. Setiap 3 Bulan pada Terapi Trastuzumab (HER2)
Pasien kanker payudara HER2-positif mungkin pernah mendengar nama obat trastuzumab (Herceptin). Banyak pedoman internasional merekomendasikan pemantauan fungsi jantung sekitar setiap 3 bulan selama terapi berlangsung karena sebagian pasien dapat mengalami penurunan fungsi pompa jantung tanpa gejala nyata.
4. Setelah Kemoterapi Selesai
Pemantauan tidak selalu berhenti ketika kemoterapi berakhir. Pada sebagian pasien dengan risiko tinggi, dokter dapat menganjurkan evaluasi ulang beberapa bulan hingga satu tahun setelah pengobatan selesai karena beberapa efek samping pada jantung dapat muncul terlambat.
Tanda-Tanda yang Harus Diwaspadai
Meskipun hasil USG jantung sebelumnya normal, segera hubungi dokter jika Anda merasakan gejala-gejala berikut:
- Sesak napas yang semakin berat atau sulit tidur karena sesak saat berbaring.
- Mudah lelah dibanding biasanya saat beraktivitas ringan.
- Bengkak pada kaki atau berat badan naik cepat akibat penumpukan cairan.
- Jantung berdebar-debar atau nyeri dada.
Apa yang Dinilai Dokter pada USG Jantung?
Banyak pasien hanya mendengar istilah "EF" or "fraksi ejeksi". Padahal pusat pemantauan jantung modern menilai parameter yang lebih detail:
- Fraksi Ejeksi (LVEF): Menunjukkan seberapa kuat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
- Global Longitudinal Strain (GLS): Teknologi penanda yang jauh lebih sensitif dibanding EF. Kadang nilai EF masih terlihat normal, namun GLS sudah mendeteksi tanda gangguan dini pada otot jantung.
- Fungsi Katup dan Ruang Jantung: Memastikan tidak ada kelainan penyerta yang dapat memperberat beban sirkulasi pasien selama kemoterapi.
Jika Hasil Echocardiography Ternyata Fungsi Jantung Menurun, Apakah Kemoterapi Harus Dihentikan?
Tidak selalu. Penurunan fungsi jantung tidak otomatis berarti pengobatan kanker harus dihentikan secara permanen. Keputusan klinis ini biasanya melibatkan kolaborasi erat antara dokter onkologi medis dan dokter spesialis jantung dalam tim cardio-oncology.
Pilihan solusi medis yang bisa diambil meliputi penyesuaian dosis obat, pemberian obat-obatan pelindung jantung (kardioprotektif), atau memodifikasi regimen terapi dengan alternatif yang lebih aman bagi jantung guna menjaga keseimbangan pengobatan kanker pasien.
Kesimpulan
USG jantung (ekokardiografi) merupakan bagian penting dari perawatan modern pasien kanker. Pemeriksaan ini bukanlah prosedur tambahan yang tidak perlu, melainkan investasi penting untuk memastikan pengobatan kanker dapat berlangsung seaman mungkin tanpa mengorbankan kesehatan fungsi jantung Anda di masa depan.
Jika Anda atau anggota keluarga sedang merencanakan atau tengah menjalani program kemoterapi di wilayah Kuningan dan sekitarnya, dr. Rizki Davi Akbar, Sp.JP siap mendampingi Anda di RS Wijaya Kusumah untuk mengevaluasi dan menjaga kesehatan jantung Anda sepanjang masa pengobatan.
dr. Rizki Davi Akbar, Sp.JP, FIHA
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
*Artikel ini juga tayang di Kompasiana.com
Sumber Referensi:
- European Society of Cardiology (ESC) 2022 Cardio-Oncology Guidelines.
- Cardinale D, et al. Monitoring and treatment of cardiovascular complications during cancer therapies. ESC Cardio-Oncology.
- Armenian SH, et al. ASCO Clinical Practice Guideline: Prevention and Monitoring of Cardiac Dysfunction in Survivors of Adult Cancers.
- Stone JR, et al. Monitoring for Chemotherapy-Related Cardiotoxicity. JCO Oncology Practice.
- Dobson R, et al. British Society of Echocardiography and British Cardio-Oncology Society Guideline.
- Negishi T. Echocardiography and Cardio-Oncology.
0 comments:
Posting Komentar